Kabit; Busana Laki-Laki Suku Mentawai

Apabila melihat gambar-gambar suku Mentawai di dunia maya, dapat kita ketahui bahwa suku Mentawai tidak mengenakan banyak pakaian di kehidupan sehari-hari mereka. Maka dari itu, hari ini kita akan membahas tentang busana suku Mentawai, khususnya Kabit.

Pakaian suku Mentawai tidak dibedakan antara strata sosial, bahkan cenderung mencerminkan asas persamaan dalam masyarakat. Busana yang mereka kenakan juga melambangkan kedekatan mereka dengan alam di sekitarnya, yang bisa dilihat dari banyaknya aksen bebungaan yang mereka kenakan.

55.jpg
Via: Danan Wahyu

Biasanya, para perempuan suku Mentawai mengenakan sokgumai, yakni rok yang terbuat dari untaian daun pisang yang diolah secara khusus. Sokgumai dikenakan dengan cara dililitkan di pinggang.  Sedangkan bagian atas menggunakan rumbia yang dirajut mirip baju. Sementara, laki-laki suku Mentawai umumnya mengenakan kabit, yakni sejenis celana dalam alias cawat yang dibuat dari kulit kayu pohon baiko. Selain kabit maupun sokgumai, umumnya orang-orang di suku Mentawai tidak mengenakan apa-apa lagi kecuali tato dan aksesoris perhiasan yang terbuat dari untaian manik-manik, gelang, bebungaan, dan dedaunan.

728788.jpg
Via: Ringring

Apabila berkunjung ke pulau Siberut, maka salah satu atraksi yang bisa kita saksikan adalah proses pembuatan kabit. Hal ini dikarenakan oleh keunikan kabit, yakni dibuat tanpa jahitan benang sama sekali. Untuk membuat kabit, pertama-tama kita harus memilih pohon baiko yang berdiameter besar, supaya kabit yang dihasilkan juga besar. Pohon baiko tersebut dibersihkan dari ranting dan daun di ujungnya. Kemudian, dibentuk sayatan sepanjang tiga meter  tanpa putus menggunakan parang. Kemudian kulit pohon dilepaskan perlahan-lahan menggunakan tangan.

Selanjutnya adalah memisahkan bagian luar dan dalam kulit pohon tadi. Bagian yang diolah menjadi kabit adalah bagian dalam, karena bagian dalam memiliki tekstur yang halus dan licin, sehingga nyaman saat digunakan.

107.jpg
Via: Danan Wahyu

Langkah berikutnya adalah melembutkan kulit kayu menggunakan dahan pohon dan pemukul. Di tahap ini, kulit kayu dipipihkan hingga getah pohonnya keluar dan mengubah warna kulit kayu menjadi kemerahan. Setelah cukup, kulit kayu dicuci hingga bersih dari getah supaya tidak gatal saat dikenakan. Tekstur kulit kayu setelah dilembutkan menyerupai tekstur kain, yakni lentur dan tidak mudah sobek.

Cara untuk mengenakan kabit amatlah sederhana. Cukup dililitkan saja di pinggang. Apabila kotor, maka kabit dapat dicuci dan dikeringkan layaknya kain pada umumnya.

Apabila suatu saat anda berkunjung ke pulau Siberut, jangan sampai kelewatan untuk menyaksikan Sikerei melakukan pembuatan kabit. Siapa tahu, anda bisa mendapatkan kabit untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

 

Cover Illustration Via: Brilio.net

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s