Tradisi Murourou dengan Ommai Mentawai

Berburu, menurut masyarakat suku Mentawai, adalah pekerjaan yang hanya boleh dilakukan kaum pria. Tradisi berburu dengan panah ini disebut dengan Murourou. Tak ayal, ketrampilan membuat dan menggunakan panah beracun merupakan hal yang wajib dimiliki para pria di suku Mentawai. Mereka sudah berlatih memanah menggunakan bambu sejak berumur 5 tahun, dan ketika berumur 10 tahun mulai berburu menggunakan panah beracun.

Di saat lelaki suku Mentawai pertama kali berburu menggunakan panah beracun, diadakan pesta adat yang bertujuan untuk menghindarkan sang lelaki dari marabahaya. Untuk kegiatan berburu sendiri, sama seperti kegiatan berburu dengan panah pada umumnya. Hanya saja, suku Mentawai menggunakan racun. Panah beracun ini dinamakan Ommai.

58.jpg
Via: Danan Wahyu

Bahan-bahan untuk meracik racun pada Ommai antara lain adalah batang ragi, akar laingik alias akar tuba, daro (cabe rawit), kulit kayu lappak, dan bagglau (lengkuas). Selain itu, diperlukan alat-alat berupa pepeccle (penjepit dari kayu), leccu (gelang dari rotan), gigiok (pemarut dari duri dahan ruyung), lulak (baki tradisional Mentawai), tutuddu (alat penumpuk dari kayu), serta tempurung untuk menampung cairan racun panah.

Langkah pertama untuk membuatnya adalah mengupas batang ragi dengan parang, lalu memarut kulitnya hingga halus. Kemudian, cabai rawit dan lengkuas juga diparut dan dicampur dengan parutan batang ragi tersebut. Selanjutnya, keluarkan cairan dari akar tuba dan kulit kayu lappak dengan cara menumbuknya, lalu campurkan cairan tersebut dengan bahan-bahan lain supaya cair. Racun Ommai yang sudah jadi ditampung dalam tempurung yang sudah disiapkan menggunakan gelang rotan.

 

download (1)
Via: Okezone

Untuk mengoleskan racun pada panah, digunakan kuas yang terbuat dari ekor tupai yang ditancapkan di bambu. Biasanya, panah beracun digunakan untuk berburu rusa, monyet, dan babi. Dosis kecil dari racun ini mampu membunuh binatang buruan. Dan apabila dosisnya dinaikkan, nyawa manusia pun dapat melayang.

Sayangnya, pada saat ini, tradisi Murourou sudah mulai ditinggalkan. Kebanyakan masyarakat suku Mentawai mengganti senjata panah menjadi senapan angin untuk berburu. Hal ini dikarenakan masyarakat suku Mentawai menganggap senapan angin lebih aman untuk digunakan. Namun, racun masih digunakan dengan cara dipasang dengan senapan.

 

Cover illustration via : FiloBuku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s